DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Pengertian Administrasi Pendidikan
Berdasarkan
etimologi “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad”
artinya intensif dan “ministrare” artinya melayani, membantu atau mengarahkan.
Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Dari perkataan
“administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus”
yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration” (DR. Hadari
Nawawis, 1982). Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal dari
kata belanda, namun memilki arti yang lebih sempit, sebab terbatas pada
aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan
yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan
aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari
aktivitas adminstrasi yang sebenarnya.
Ditinjau dari
katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit
diartikan sebagai kegiatan pencatatan data, surat-surat informasi secara
tertulis serta penyimpanan dokumen sehingga dapat dipergunakan kembali bila
diperlukan. Dalam hal ini kegiatan administrasi meliiputi pekerjaan tata usaha.
Dalam arti luas, administrasi menyangkut kegiatan manajemen/pengelolaan
terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mewujudkan tujuan/program organisasi.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan
pekerjaan operatif dan manajemen.
Sedangkan
administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari dua kata, yakni “administrasi”
dan “pendidikan”. Pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu
administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan
pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan. Administrasi sekolah merupakan
salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan
yang dilaksanankan di sekolah. Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata
usaha.
Dasar dan Prinsip Administrasi
Pendidikan
Berikut ini
merupakan dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai
sukses dalam tugasnya. Beberapa dasar dalam administrasi antara lain:
- Prinsip Efisiensi. Administrator akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber, tenaga, dana, dan fasilitas yang ada secara efisien.
- Prinsip Pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manejemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan).
- Perinsip Pengutamaan. Tugas Pengelolaan Bila diharuskan untuk memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama, seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Namun ia sebaiknya tidak memfokuskan perhatiannya pada pekerjaan operatif saja karena bila ia hanya berkecimpung dalam tugas-tugas operatif saja, maka pekerjaan pokoknya akan terbengkalai.
- Prinsip Kepemimpinan yang Efektif. Seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila ia memiliki gaya kepemimimpinan yang efektif, yakni memperhatikan hubungan antar manusia (human relationship), Pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) yang ada. Adapun tentang gaya kepemiminan yang efektif adalah mampu memelihara hubungan baik dengan bawahannya. Di samping itu ia juga harus memperhatikan pembagian dan penyelesaian tugas bagi setiap anggota organisasi yang sesuai dengan jenis pekerjaanya.
- Prinsip Kerjasama. Administrator dikatakan berhasil dalam melakukan tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasma antara seluruh anggota baik secara horizontal maupun secara vertikal. Adapun prinsip-prinsip yang digunakan dalam kurikulum 1975 sebagai landasan operasional kegiatan administrasi di sekolah adalah berikut ini:
- Prinsip Fleksibilitas. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus memperhatikan faktor-faktor ekosistem dan kemampuan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pendidikan sekolah.
- Prinsip Efisien dan Efektivitas. Efisiensi tidak hanya dalam penggunaan waktu secara tepat, melainkan juga dalam pendayagunaan tenaga secara optimal.
- Prinsip berorientasi pada Tujuan. Semua kegiatan pendidikan harus beriorientasi untuk mencapai tujuan. Administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut, tujuan operasional yang sudah dirumuskan harus menjadi sandaran orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah.
- Prinsip Kontinuitas. Prinsip kontinuitas ini merupakan landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi di sekolah. Karena itu, dalam tiap jenjang pendidikan harus memiliki hirarki yang saling berhubungan.
- Prinsip Pendidikan Seumur Hidup. Setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang. Karena itu masyarakat ataupun pemerintah diharapkan dapat menciptakan situasi yang dapat mendukung dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan administrasi pendidikan, prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional.
Tujuan Adminitrasi Pendidikan
Tujuan
administrasi pendidikan pada umumnya adalah agar semua kegiatan mendukung
tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang
digunakakn dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Administrasi
pendidikan semakin rumit karena menyangkut masyarakat atau orang tua murid,
yang terlibat langsung dalam pendidikan itu. Oleh karena itu, semakin baik
administrasi pendidikan ini, semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan itu
akan tercapai dengan baik. S
ergiovanni
dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu : Efektifitas
produksi, Efisiensi, Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes), Kepuasan kerja.
Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan
keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah memiliki
fungsi untuk mencapai efektifitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang
sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus
dilakukan usaha seefisien mungkin, yaitu dengan menggunakan kemampuan dana, dan
tenaga semaksimal mungkin, tetapi memberi hasil sebaik mungkin, sehingga
lulusan tersebut dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan
dirinya (adaptivenes) dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Selanjutnya
lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberi kepuasan kerja
kepada mereka.
Fungsi Administrasi Pendidikan
Administrasi
pendidikan merupakan tindakan mengoordinasikan perilaku manusia dalam
pendidikan untuk menata sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga
tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif. Penjabaran istilah produktif
biasanya tergantung kepada siapa yang meninjaunya. Ada tiga pola pandang
tentang sekolah yang produktif, yakni administrator, psikolog, dan ekonomi.
Pandangan
administrator. Administrator bertanggungjawab untuk mengolah sistem pendidikan.
Penentuan untuk mengkategorikan sekolah produktif dapat dilakukan dengan
mengaitkan antara input yang digunakan, yaitu ruangan, guru, buku, dan
peralatan lainnya dengan output ang diharapkan. Output yang diharapkan harus
dapat mencapai keseimbangan yang paling menguntungkan dengan input yang
tersedia.
Pandangan
psikolog. Mereka mengaitkan ukuran sekolah yang produktif dengan perubahan dan
perilaku peserta didik, yang mencakup pertambahan pengetahuan, nilai dan
peningkatan kemampuan lainnya dan mengaitkan pula dengan input yang tersedia.
Kesulitan utama dalam pola pandang ini adalah cara mengidentifikasikan dan
mengukur perubahan perilaku sebagai akibat pendidikan di sekolah. Kesulitan ini
terjadi karena perubahan perilaku peserta didik (output) adalah gabungan antara
pengaruh sekolah dan lingkungan luar sekolah.
Pandangan
ekonomi. Pendidikan memberikan kontribusi pada peserta didik untuk berperan
dalam sistem ekonomi. Sekolah disebut produktif jika nilai moneter yang
diterima oleh setiap individu akibat pendidikakn adalah seimbang atau lebih
besar daripada biaya yang dkeluarkan untuk memperoleh pendidikan.
Administrasi dan Manajemen Pendidikan
Ada beberapa
istilah yang sering disamakan dengan istilah administrasi pendidikan, misalnya
manajemen pendidikan. Dalam penggunaannya secara umum, administrasi sering diartikan
sama dengan manajemen, administrator dengan manajer. Namun, akhir-akhir ini ada
beberapa penulis yang mencoba membedakannya, walaupun kadang-kadang pembedaaan
itu tidak konsisten. Kalaupun ada nampaknya perbedaan itu tidak fundamental.
Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat dipahami, sebab dalam beberapa prkateknya
ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dengan manajemen, yakni:
Administrasi
lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen, pendapat ini
sesuai dengan pendapat D. Waldo dalam bukunya Public Administration yang
mengatakan: “Public administration is organization of man and materials to
achieve the purposes of goverment” (Administrasi negara adalah pengorganisasian
dan manajemen manusia dan materi untuk mencapai tujuan pemerintah).
Administrasi
identik dengan manajemen, dengan alasan:
*Dilihat dari
pengertiannya, baik administrasi maupun manajemen merupakan proses, kegiatan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
**Dalam
istilah sehari-hari, terutama dalam arti kelembagaan keduanya sering dipakai
menunjuk isi yang seperti Akademi Administrasi, Aakademi Manajemen.
Administrasi lebih sempit daripada manajemen, dalam arti administrasi tercakup
dalam manajemen, secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari
manajemen sebab manajemen terdiri atas enam bidang yakni production, marketing,
financial, personal, human relation, dan administrative management. Dalam paham
ini, administrasi disamakan dengan office management, yakni sebagai kegiatan
ketatausahaan atau sama dengan arti adminsitrative yang berasal dari bahasa
Belanda.
Polemik
tentang kaitan administrasi dan manajemen masih berlangsung sampai saat ini.
Namun akhir-akhir ini ada kecenderungan tertentu untuk membedakan
penggunaannya. Untuk bidang pendidikan, pemerintahan, rumah sakit, dan
kemiliteran dipakai istilah administrasi, sedangkan untuk bidang industri dan
perusahaan dipakai istilah manejemen.
Administrasi
Pendidikan, Administrasi Sekolah, dan Supervisi Pendidikan.
Istilah lain
yang sering dikaitkan dengan administrasi pendidikan adalah administrasi
sekolah. Administrasi sekolah didefinisikan sebagai seni dan ilmu
pengintegrasian secara kreatif ide-ide, material, dan orang dalam satu kesatuan
organik atau unit yang bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang
diharapkan. Dari batasan di atas nampak pada hakekatnya administrasi sekolah
sama dengan administrasi pendidikan sebab mencakup maksud dan isi yang sama.
Namun dalam prkateknya, khususnya di Indonesia, istilah administrasi pendidikan
lebih populer dan lebih sering dipakai, sebab ada tendensi untuk mengartikan
administrasi sekolah dalam artian yang sempit yakni disamakan dengan
katatausahaan sekolah.
Setelah
istilah di atas masih kita dapati lagi istilah supervisi pendidikan. Super artinya
lebih atau atas, sedang vision berarti melihat atau meninjau. Secara etimologis
supervisi berarti melihat (meninjau) dari atas terhadap pelaksanaan dari hasil
kegiatan bawahan. Pengertian ini membawa implikasi seolah-olah supervisi
disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku dalam dunia
pendidikan adalah kegiatan mendeteksi keslahan bawahan dalam melaksanaan
perintah serta peraturan-peraturan dari atasan. Kesalahan dalam melaksanakannya
dipandang sebagai hal yang harus mendapat hukuman atau ganjaran, yang dikenal
dengan nama hukuman administratif.
Dalam
realisasinya, kegiatan supervise pendidikan dilakukan oleh orang tetentu khusus
yang menjalankan tugas itu, yang disebut supervisor. Pada dasarnya supervisor
adalah pemimpin pendidikan juga, sedang supervise pendidikan adalah kegiatan
administrasi pendidikan dari pemimpin salah satu komponen pendidikan. Adapun
tujuan supervise pendidikan adalah meniali kemampuan guru sebagai pendidik dan
pengajar dalam bidang masing-masing guna membantu mereke melakukan
perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan dengan menunjukkan
kekurangan-kekurangannya agar mereka berusaha mengatasinya dengan menunjukkan
usaha sendiri.
Kegiatan yang
dapat dilakukan dalam supervisi pendidikan adalah:
Membangkitkan
dan mendorong semangat guru dan pegawai sekolah lainnya untuk menjalankan
tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Berusaha
mengadakan dan melengkapi perlengkapan, termasuk bermacam-macam media
instruksional yang diperlukan bagi kelancaran jalannya proses belajar mengajar
yang baik.
Bersama guru
berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode baru dalam
proses belajar mengajar yang baik. Membina kerjasama yang harmonis antara guru,
murid, dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan workshop, seminar, inservice,
training atau upgrading.
Walaupun
demikian untuk membedakan antara administrasi dan supervisi pendidikan ditinjau
dari tiga sudut, yakni:
Menata lawan
melakukan. Menurut pandangan ini administrasi merupakan tindakan menjalankan
semua kewajiban yang menyebabkan adanya pelaksanaan program pendidikan,
sedangkan supervisi ialah semua tindakan yang menyebabkan pelaksanaan program
pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Kekuasaan
lawan pelayanan. Administrasi menekankan kekuasaan, sedangkan supervisi menekankan
pelayanan.
Keseluruhan
lawan bagian. Administrasi merupakan keseluruhan usaha mmengatur dan mengurus
sekolah, sedangkan supervisi adalah sebagian dari administrasi yang disarankan
kepada orang lain.
PENGANTAR ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Dalam dunia
kerja saat ini istilah administrasi dan manajemen tentu sudah banyak menjadi
acuan dalam mencapai suatu tujuan khususnya dalam bidang perkantoran.
administrasi berasal dari bahasa yunani yang berarti suatu proses kerja sama
antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah
ditetapkan sebelumya. sedangkan manajemen adalah suatu proses
mengantur,mengendalikan,dan melaksanakan proses kerjasama untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. sebagaimana dalam prinsip manajemen adalah
"pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang semaksimal
mungkin".dalam sub bab ini akan dibahas secara singkat tentang pengertian
administrasi dan manajemen, unsur-unsur administrasi dan manajemen,peranan
adminstrasi dan manajemen,dan hubungan administrasi dan manajemen
PENGERTIAN ADMINISTRASI
Administrasi
menurut asal katanya berasal dari bahasa latin. ad + ministrae, ad berarti
intensif sedangkan ministrae berarti melayani, membantu, dan memenuhi, jadi
tugas utama seorang adminisatrator/manajer adalah memberikan layanan prima.
Administrare adalah kata kerja sedangkan kata bendanya adalah administration
dan kata sifatnya adalah administratiavus. Dalam kegiatan sehari-hari untuk
istilah administrasi dibagi menjadi 2 pengertian yaitu:
Administrasi
dalam pengertian yang sempit adalah suatu pekerjaan tata usaha dalam kantor
Administrasi
dalam pengertian yang luas adalah seluruh proses kerja sama orang atau lebih
dalam mencapai tujuan bersama.
DEFENISI ADMINISTRASI MENURUT PARA
AHLI
Leonard D
white (1955: P.1) merumuskan sebaagai "administration is a process comman
to all group effort public or provaate, civil or millitaaary, large scaale or
smaall scall" (administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat
pada semua usaha kelompok baik usaha pemerintah, ataupun swasta, sipil atau
militer baik secara besar-besaran ataupun kecil-kecilaan)
H.A.Simon
(1961:P.3) "administration can be defined aas the aactivitiesa if group
cooperating to accomplish common goals" (administrasi dapat didefenisikan
sebagai kegiatan kelompok orang-orang yaang melakukan kerjasama untuk mencapai
tujuan bersama)
Dwoght Waldo
(1971:P.20) "administrasi adalah suaatu bentuk daya upaya manusia yang
kooperatif yang mempunyai tingkat rasionalaiteit yaang tinggi":
The Lianag
Gie (1965:P.5) "administrasi adalah segenap proses penyelenggaraaaan dalam
segenap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan
tertentu". defenisi ini mendapat perubahan (1972 :P.a37) yatiu peoses
penyelenggaraan diganti dengan rangkaian penaataaan. kemudian lebih
disempurnakan (1977:13) yaitu administraasi adalah segenap rangkaian kegiatan
terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama
mencapaai tujuan tertentu.
S.p siagiaan
(1985:P.3) " adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia
atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya.
Parajudi
Atmosudirjo (11975 : P) administrasi adalah pengendalian dan penggerakk dari
suatu organisasi sedemikiaan rupa sehingga organisasi itu menjadi hidup dan
bergerak menuju ketercapainya segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh
administrator yakni kepala organisasi.
KEDUDUKAN ADMININSTRASI
Dalam
kehidupan manusia serba kebutuahan, kebutuhaan untuk tempat tinggal, makan,
pakaian dan lain-lain yang biasa dikenal dengan istilah kebutuhan- kebutuhan
primer atau kebutuhan pokok. untuk dapat memenuhi kebutuhan ini apa itu
kebutuhan primer atau kebutuhan sekunder .orang harus mengusahakan dengan perbuatan
-perbuatan yang nyata berusaha seorang diri maupuna secara bekerja sama dengan
perbuatan yang nyata akan dengan perbuatan nyata maka kebutuhan itu menjelma
menjadi tujuan.didalam memenuji kebutuhannya dalam banyak hal orang harus
bekerja sama atau dengan kata lain orang harus melaksanakan suatu proses
penyelenggaraan usaha kerja sama dalam mencapai tujuaannya. proses
penyelenggaraan inilah yang disebut dengan administrasi dan pada masyarakat
moden yaang makin berkembang ini makin penting pula tujuan-tujuan yang ingin
dan hendak dicapainya maka makin baik dan tepat pula administrasi yanag harus
diaarahkannya oleh karena itu makin penting pulaa kedudukanaadministrasi
sebagai kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kedudukan
aadministrasi penting dalam suatu negara yang telah maju apalagi bagi negara
yang sedang berkembang. yang mana administrasi akan memberi sumbangan
pengalaman dibidang apapun telah mengajarka kepada negara-negera itu bahwa
masalah kemajuan negara bukanlah dititik beratkan hanya pada modal yang cukup
sumber-sumber alam dan kekayaan bumi yaang berlimpah-limpaah tenaga kerja
manusia yang belebih-lebihan tetapi sangat dibutuhkan peranan/ kedudukan
aadminstrasi. administras merupakan modal yang berhargan sekali bagi
negara-negara tersebut untuk melaksanakan tugas dalam mencapai tujuan apalagi
asas utama administrasi adalah daya guna kerja berarti bahwa manusia ingin
mencapai suatu hasil secara maksimum atau terbaik dengan menyelenggarakan
sesuatu keja atau usaha secara minimum atau teringan dalam mencapai tujuan yang
telah ditentukaan sebelumnya.
Disamping
administrasi penting bagi suatu negara maka admnistrasi jugaa penting bagi
badan-badaan atau organisasi perusahaaan dan perindustrian juga bagi
lembaga-lembaga seperti lembaga peradilan lembaga permasyarakatan bahkan
pembrontak dan orang matipun membutuhkan admnistrasi. Sehingga dapat dikatakan
bahwa dimana ada terdapat kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan bersama maka disana terdapat administrasi.
PERINCIAN ILMU ADMINISTRASI
Prajudi
atmosudirjo (1975:P.13) menggolongkan spesialisasi ilmu administrasi bidang
operasi dari organisasi yang diadministrasikan yaitu, administrasi
negara,administrasi niaga, administrasi internasional dan administrasi sosial.
Sukarno K
(1985:P.12) dan ibrahim lubis (1984:P.19) membagi bidang administrasi atas 3
golongan besar dengan rincaian sbb:
Adminisrasi
negara ialah administrasi yang berobyek kenegaraan terdiri dari: administrasi
sipil, ialah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh departemen, jawatan, kantor
kecamatan, dan kantor kelurahan atau seluruh kegiatan negara dikurangi kegiatan
perusahaan negara dan kegiatan militer/TNI, Administrasi kegiatan angkatan
bersenjata yang terdiri dari administrasi angkatan udara, angkatan laut,
angkatan darat dan angkatan kepolisian.
Administrasi
niaga ialah administrasi yang berobyek swasta perniagaan yaitu: Administrasi
perusahaan ialah kegiatan-kegiatan dibidang produksi, transportasi, asuransi,
perbankan dan lain-lain dibidang perusahaan swasta Administrsi sosial bukan
perusahaan biasanya cenderung kearah usaha sosial seperti administrasi sosial
sekolah swasta, rumah sakit swasta, yayasan, klub dll Administrasi
internasional ialah administrasi yang bergerak dibidang internasional seperti
yang dilakukan oleh PBB beserta cabang-cabangnya misalnya UNICEP,ILO,UNESCO,
dll
PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen
berasal dari bahasa latin yaitu dari adal kata manus yang berarti tangan dan
agere yang berarti melakukan. kata-kta itu digabung menjadi kata kerja managere
yang berarti menangani, managere diterjemahkan kedalam bahasa inggris dalam
bentuk kata kerja to manage untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen
akhinya management diterjemahkan kedalam bahasa indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.
DEFENISI MANAJEMAN MENURUT PARA AHLI
Koontz and
Donnel (1972) " management is getting thing done through the efforts of
other people" (manajemen adalah terlaksananya pekerjaan melalui
orang-orang lain )
Millet (1954)
" management is the process of directing and fasilitating the work of
people organized informal group to achieve a desire goal" (manajemen
adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang
terorgasisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang
diinginkan
Davis (1951)
"management is the fuction of the executive leadership any where" (
manajemen adalah fungsi dari setiap kepemimpinan eksecutif dimanapun)
Kimball and
Kimball (1951)"management embraces all dities and function that pertain to
the provicion of necessary is to operate and the selection of the principal
office "( manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi
penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar
kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyusunan kerangka
organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa manajemen mutlak diperlukan dalam setiap bidang kegiatan usaha yang
melibatkan 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu dengan melalui
kerja sama serta dengan memanfaatkan sumber-sumber lain.
UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
Unsur
manajemen adalah sesuatu yang menjadi bagian mutlak sebagai pembentuk manajemen
banyak yang mengemukakan bahwa unsur manajemen seperti yang dikemukakan oleh G.R
Terry dengan istilah the six M'S in management (6M didalam manajemen), yaitu
man, money, materials, market, and methods. Sesuai dengan pengertian manajemen
y aitu suatu kegiatan usaha kearah pencapaian tujuan tertentu dengan melalui
kerja sama orang lain serta denga pemanfaatan sumber-sumber lain yang tersedia
maka unsur-unsur manajemen meliputi:
Manusia
(manusia pemimpin,manusia pelaksana,dan atau manusia objek pelaksana
Tujuan yang
hendak divapai sebagai pemegangan titik pengarahan
Wadah yakni
badan/organisasasi sebagaai tempat orang-orang melakukan kerja sama
Alat atau
sarana mencapai tujuan
Kegiatan/aktivitas
seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dsb
HUBUNGAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Hubungan
administrasi dan manajemen adalah:
Dalam
penerapan adminstrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatannya
yang dapat dibedakan
Adminmistrasi
bersifat konsep menentukan tujuan dan kebijaksanaan umum secara menyeluruh
sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang bertugas melaksanakan semua kegiatan
untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan yang sudah tertentu pada tingkat
administrasi
Administrasi
lebih luas dari pada manajemen karena manajemen sebagai salah satu unsurt dan
merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana yang bersifar operasional
melainkan mengatur tindakan -tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang
disebut "bawahan" jadi dengan manajemen administrasi akan mencapai
tujuannya
INTI MANAJEMEN
Inti
manajemen menurut para ahli adalah:
Dimork dan
koening (1960) "leadership is the key to management (kepemimpinan adalah
inti dari manajemen)
Siagian
(1981) mengemukakan " kepemimpinan merupakan motor penggerak dari semua
sumber-sember dan alat-alat (resoures)yang mendisahkan sebuah buah -buahan yang
dikulitnya diumpamakan dengan admnistrasi, dagingnya diumpamakan dengan
manajemen dan bijinya adalah kepemimpinan maksudnya sama halnya dengan
manajemen maka yang pertama tama disoroti adalah kulitnya bagian luar
"administrasi " kemudian intinya yaitu manajemen selanjutnya bertemu
denga inti dari manajemen disebut denga kepemimpinan (leadership) maka baik
tidaknya buah itu nantisangat bergantung pada kwalitas bijinya kaitannya dengan
manajemen baik tidaknya manajemen bergantung pada baik tidaknya kepemimpinan.
EFISIENSI SEBAGAI FAKTOR KUNCI
KEGIATAN MANAJEMEN
Miftah thoha
dalam aneka sari ilmu administrasi (1980 : P A28) bahwa dimanapun administrasi
itu dijalankan maka erja haruslah merupakan dasar pertimbangan untuk melakukan
segala kegiatan dalam rangka menapai tujuan organisasinya.
Luther
Gullick (1957 : P 191 -192) berpendapat bahwa dalam pengetahuan administrasi
masalah yang menjadi intinya adalah efisien tujuan pokok dari ilmu administrasi
didalam pelaksanaan pekerjaan yang ada dengan pembiayaan minimal untuk tenaga
kerja dan barang-barang
Kesimpulan
dari kedua pendapat tesebut bahwa tidak ada artinya suatu pembangunana negara
kalau administrasinya hanya merupakan sumber / akibat utang bertumpuk sehingga
administras dalan hai ini mempunyai tujuan atau motif tak lain dan tak bukan
hanyalah tercapainya tujuan secara efisien
The liang ge
berpendapat bahwa efisiensi sebagai perbandingan terbaik antara sesuatu usaha
dengan hasilnya perbandingan ini dapat dilihat dari 2 segi yaitu segi hasil dan
segi usaha
Dilihat dari
segi hasil suatu usaha dapat dikataka efisien kaau usaha itu memberikan hasil
yang terbaik
Dilihat dari
segi usaha suatu usaha dapat dikatakan efesien kaau sesuatu hasil yang
dikehendaki dapat tercapai dengan usaha yang teringan. teringan dalam
hubungannya dengan pemakaian waktu benda atau ruang yang digunakan untuk
melakukan usaha walter W skeat dalam The laing Gie mengemukakan bahwa perkataan
itu sendiri berasal dari bahasa latin efficere (menghasilkan, mengadakan dan
menjadikan ) dan dalam istilah indonesia "effesiensi", efisien
kemudian dalam perkembangannya sampai sekarang ini para ahli memberikan
bermacam-macamrumusan. ibrahim lubis efisiendi adalah perbandingan antara
pendapatan dan pengeluaran . perbandingan yang dimaksudkan disini adalah daya
guna yang berarti cepat, tepaat, hemat, dan selamat
PROSES MANAJEMEN
Proses
manajemen adalah suatu kegiatan yang terus menerus tetapi sistematis tidak
sembarangan atau asal saja melainka secara teratur dalam keraturan yang terus
menerus itu manajemen tidak tanpa tujuan melainkan ada tujuan yang adakn
dicapai tetapi meskopun tujuan telah tercapai tidak berarti kegaitan berhenti
karena dalam dinamika manajemen suatu tujuan yang telah dicapaidisusul atau
dilanjutkan dengna tujuan berikutnya manajemen sebagai suatu proses, banyak
tugas atau fungsi yang fundamarntal fungsi fundamental ini oleh beberpa ahli
brlainan pendapat tetapi pada hakikatnya yang jadi klasifikasi pokok yaitu
perencanaan, pengorganisasian , penggerakan dan pengawasan berhubungan dengan
pencapaian tujuan melalui kerja sama orang lain titik beratnya ada usaha
pemanfaatan orang-orang yang berarti ia yang melakukan perfomencenya akan
tetapi melalui sumber-sumber yang tersedi untuk itu sebagai sarana dan prasaran
usaha kerja sama untuk mencapai tujuan tersebut yang dimaksud sumber-sumber
yang tersedia ialah segenap potensi yang dapai dimanfaatkan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan - pekrjaan usaha kerja sama yang bersangkutan.
0 comments:
Post a Comment